Monday, 10 June 2019

Awalan dan Akhiran


Awalan dan Akhiran



Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah aiks (imbuhan). Afiks adalah satuan gramatik terikat yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru (Ramlan, 2001: 55). Aiks terbagi atas tiga macam yaitu: preiks (awalan), inisk (sisipan), dan suiks (akhiran). Pada pembelajaran ini, Anda hanya akan belajar mengenai preiks dan suiks.
1. Preiks (awalan)


Beberapa preiks dalam bahasa Indonesia yaitu:


a. meN–
Awalan meN- berfungsi sebagai pembentuk kata verbal. Kata verbal adalah kata yang pada tataran klausa mempunyai kecenderungan menduduki fungsi predikat. Makna awalan meN-
1) Menyatakan suatu perbuatan yang aktif transitif, maskudnya perbuatan itu dilakukan oleh pelaku yang menduduki fungsi subjek yang menuntut adanya objek. Contohnya: menulis, meresmikan, mencetak, dan membaca.
2) Menyatakan makna proses. Contohnya: melebar, meluas, dan meninggi.
3) Menyatakan makna melakukan tindakan yang berhubungan dengan apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: menepi (menuju ke tepi), merokok (menghisap rokok), membatu ( menjadi batu), dan mengabdi (berlaku sebagai abdi).


Variasi bentuk awalan meN-
1) meN- akan berubah menjadi me- jika dilekatkan pada kata-kata yang diawali huruf l, m, n, ny, ng, r, y, atau w. Contoh: melatih, memakan, menamai, menyatakan, menganga, meramaikan, meyakinkan, dan mewajibkan.
2) meN- akan berubah menjadi men- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf d atau t. Contoh: mendatangkan dan menuduh.
3) meN- akan berubah menjadi mem- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf b, p, atau f. Contoh: membabat, memakai, dan memitnah.
4) meN- akan berubah menjadi meny- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf c, j, dan s. Contoh: menyatukan, menyucikan, dan menyadari.
5) meN- akan berubah menjadi menge- jika dilekatkan pada kata-kata yang bersuku kata satu. Contoh: mengetik, mengecek, dan mengerem.91 Pariwisata


b. ber-
Awalan ber- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja. Makna awalan ber- adalah sebagai berikut.
1) Menyatakan perbuatan yang aktif. Contohnya: berjuang, bersandar, dan bernyanyi.
2) Menyatakan dalam keadaan. Contohnya: bergembira dan berbahagia.
3) Menyatakan makna kumpulan yang terdiri dari jumlah yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berdua (kumpulan yang terdiri dari dua.
4) Menyatakan makna melakukan perbuatan berhubung dengan apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berbaju (memakai baju) dan berladang (mengusahakan ladang).
5) Menyatakan makna mempunyai apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berayah (mempunyai ayah) dan berpenyakit (mempunyai penyakit).


Variasi bentuk awalan ber-
1) ber- akan berubah menjadi be- jika dilekatkan pada kata dasar yang suku kata pertamanya berakhir dengan er. Contoh: bekerja dan bepergian.
2) Ber- akan berubah menjadi bel- jika dilekatkan pada kata dasar yang diawali huruf vokal. Contoh: belajar dan belunjur.


c. di-
Awalan di- mempunyai satu fungsi yaitu membentuk kata kerja pasif. Maknanya menyatakan suatu perbuatan yang pasif. Contohnya: dibawakan, diambil, dan diresmikan.


d. ter-
Awalan ter- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif. Makna awalan ter- sebagai berikut.
1) Menyatakan ketidaksengajaan atau ketiba-tibaan. Contohnya: terbakar dan terbangun.
2) Menyatakan aspek perfektif sudah dibagi. Contohnya: terbagi (sudah dibagi) dan tertutup (sudah ditutup).
3) Menyatakan kemungkinan. Awalan ter- yang menyatakan makna ini pada umumnya didahului kata negatif tidak atau tak. Contohnya: tidak ternilai (tidak dapat ternilai).
4) Menyatakan makna paling. Contohnya: tertinggi dan terpandai.


Variasi bentuk awalan ter-
1) ter- akan berubah menjadi te- jika ditambahkan pada kata dasar yang diawali huruf r. Contoh: terebut dan terasa.
2) Jika suku kata pertama kata dasar berakhir dengan bunyi er, fonem /r/ pada awalan ter- ada yang muncul ada yang tidak. Contoh: terpercaya dan tepercik.


e. peN-
Awalan peN- berfungsi sebagai pembentuk kata nominal ( kata benda). Makna awalan peN- sebagai berikut.
1) Menyatakan makna yang (pekerjaanya) melakukan perbuatan yang tersebut pada kata bentuk dasar. Contohnya: pembaca (yang pekerjaannya membaca) dan pelukis (yang pekerjaanya melukis).
2) Menyatakan makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: pemotong, pemukul, dan penjahit.
3) Menyatakan makna yang memiliki sifat yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: pemberani, pemalu, dan penakut.92 Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI Program Bahasa
4) Menyatakan makna menyebabkan. Contohnya: pengeras, penguat, dan pendingin.
5) Menyatakan makna yang pekerjaanya melakukan perbuatan. Contohnya: penyair, pengusaha, dan penggergaji.


2. Akhiran (suiks)
Beberapa suiks dalam bahasa Indonesia adalah –kan, –i, dan –an.


a. Akhiran (–kan)
Akhiran –kan tidak berfungsi membentuk kata, melainkan berfungsi membentuk pokok kata. Makna akhiran –kan:
(1) menyatakan makna benefaktif (perbuatan yang dilakukan untuk orang lain). Contohnya: membacakan, membelikan, dan membawakan.
(2) menyatakan makna menyebabkan sesuatu melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya:
menerbangkan dan memberangkatkan.
(3) menyatakan makna sesuatu menjadi yang seperti yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: meluaskan dan membetulkan.
(4) menyatakan menyebabkan sesuatu jadi atau menganggap sesuatu sebagai apa yang tersebut pada bentuk dasar.
Contohnya: mendewakan (menganggap … sebagai dewa) dan mengurbankan (menyebabkan … jadi kurban).
(5) menyatakan membawa/ memasukkan sesuatu ke tempat yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: memenjarakan
(memasukan … ke penjara) dan menyeberangkan
(membawa … ke seberang).


b. Akhiran (–i)
Akhiran –i berfungsi membentuk pokok kata. Makna akhiran –i:
1) menyatakan makna perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar itu dilakukan berulang-ulang. Contohnya: memukuli (memukul berulang-ulang).
2) menyatakan makna memberi apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: menggarami, memagari, dan menomori.
3) menyatakan makna tempat.
Contohnya: menduduki dan mendatangi.
4) menyatakan makna kausatif membuat jadi.
Contohnya: memanasi dan melempari.


c. Akhiran (–an)
Akhiran –an berfungsi sebagai pembentuk kata nominal. Makna akhiran –an:
(1) menyatakan makna alat untuk. Contohnya: timbangan dan garisan.
(2) menyatakan makna hasil. Contohnya: karangan dan tulisan.
(3) menyatakan makna tiap-tiap. Contohnya: bulanan dan mingguan.

BUKU SISWA TEMA 6 KELAS IV

BUKU SISWA


BUKU GURU TEMA 6 KELAS IV

Buku Guru Tema 6

Sunday, 9 June 2019

AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS

AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS


Berkata Abdul Malik bin Umair:

Soal dan pembahasan Matematika SD

  1. Topik : Bilangan
Subtopik : Operasi Hitung Bilangan
Indikator : Peserta didik mampu menentukan hasil operasi perkalian dan pembagian pada bilangan cacah atau sebaliknya

Hasil dari 15 x 50 ÷ 30 adalah....
a. 25                                   c. 45
b. 35                                  d. 55

Kunci : A
Pembahasan :
15 x 50 ÷ 30 = No. 1.1 No. 1.2 = 25
separator UASBN SD Kelas 6
2. Topik : Bilangan
Subtopik : Pangkat dan Akar Bilangan
Indikator : Peserta didik mampu menentukan operasi hitung bilangan pangkat dan bilangan akar

Hasil dari 172 – 152 adalah....
a. 4                               c. 64
b. 16                            d. 128

Kunci : C
Pembahasan :
172 – 152 = (17 x 17) – (15 x 15)
= 289 – 225
= 64
separator UASBN SD Kelas 6
3. Topik : Bilangan
Subtopik : Pecahan
Indikator : Peserta didik mampu mengubah pecahan menjadi bentuk persen atau desimal atau sebaliknya

No. 3.1diubah ke persen menjadi....
a. 125%                                              c. 165%
b. 145%                                             d. 175%

Kunci : D
Pembahasan :
Ubah pecahan campurannya ke percahan biasa
No. 3.1 = 74→kalikan dengan 100%
= 74×100% = 175%
separator UASBN SD Kelas 6
4. Topik : Bilangan
Subtopik : Operasi Hitung Bilangan
Indikator : Peserta didik mampu menentukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat (positif dan negatif)

Hasil dari 70 – (–25) adalah....
a. –95                                      c. 45
b. –45                                     d. 95

Kunci : D
Pembahasan :
Ketika tanda negatif (–) bertemu dengan negatif (–), maka operasi bilangannya akan berubah menjadi positif (+), sehingga:
70 – (–25) = 70 + 25
= 95
separator UASBN SD Kelas 6  
5. Topik : Bilangan
Subtopik : FPB dan KPK
Indikator : Peserta didik mampu menentukan FPB atau KPK dari tiga bilangan dua angka dalam bentuk faktorisasi

FPB dari 48, 72 dan 96 adalah....
a. 25 x 3                                       c. 23 x 3
b. 24 x 3                                      d. 22 x 3

Kunci : C
Pembahasan :
null
 Maka FPB nya adalah = 23×3
separator UASBN SD Kelas 6
6. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Satuan Ukuran
Indikator : Peserta didik mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi hitung konversi satuan panjang yang berbeda

Kebun Pak Warno berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 4,2 dam dan lebar 370 dm. Keliling kebun Pak Warno adalah...meter
a. 82,4                                                    c. 158
b. 124                                                     d. 225

Kunci : C
Pembahasan :
Karena hasil yang ditanya dalam bentuk meter, maka ubah terlebih dahulu satuan panjang dan lebarnya ke dalam meter
Panjang = 4,2 dam = 4,2 x 10 m = 42 m
Lebar     = 370 dm = 370 : 10 m = 37 m
Keliling = 2 x (panjang + lebar)
                = 2 x (42 m + 37 m)
                = 2 x 79 m
                = 158 meter
Jadi, keliling kebun Pak Warno adalah 158 meter
separator UASBN SD Kelas 6
7. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Satuan Ukuran
Indikator : Peserta didik mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi hitung konversi satuan kuantitas yang berbeda

Di sebuah tempat penyewaan peralatan pesta terdapat 6 gros piring. Sebanyak 4 lusin dipinjam oleh Bu Tuti dan sebanyak 2 gros dipinjam oleh Bu Ayu. Piring yang tersisa di tempat tersebut sebanyak...buah
a. 528                                      c. 628
b. 588                                     d. 688

Kunci : A
Pembahasan :
1 gross = 144 buah
1 lusin = 12 buah
Jumlah semua piring = 6 x 144 = 864 buah
Dipinjam Bu Tuti = 4 x 12 = 48 buah
Dipinjam Bu Ayu = 2 x 144 = 288 buah
Sisa piring = Jumlah semua piring – dipinjam Bu Tuti – dipinjam Bu Ayu
= 864 – 48 – 288
= 528 buah
separator UASBN SD Kelas 6
8. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Sifat dan unsur bangun datar (segitiga, segiempat, lingkaran)
Indikator : Peserta didik mampu menentukan bangun datar berdasarkan sifatnya

Perhatikan sifat-sifat bangun datar di bawah ini!
  1. Memiliki 4 sisi yang sama panjang
  2. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar
  3. Diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan saling membagi dua sama panjang
Bangun datar yang mempunyai sifat-sifat di atas adalah....
a. persegi panjang                                               c. trapesium
b. layang-layang                                                  d. belah ketupat

Kunci : D
Pembahasan :
Bangun yang memenuhi semua sifat-sifat di atas adalah belah ketupat, karena:
  • pada persegi panjang semua sudutnya sama besar dan kedua diagonal berpotongan tidak tegak lurus
  • pada layang-layang kedua diagonalnya berpotongan tegak lurus, tetapi tidak sama panjang
  • pada trapesium hanya terdapat dua pasang sudut yang sama besar dan diagonalnya sama panjang
separator UASBN SD Kelas 6
9. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Satuan Ukuran
Indikator : Peserta didik mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi hitung konversi satuan volume yang berbeda

Tiga buah tangki masing-masing berisi minyak tanah 4,25 m3, 2.500 liter, dan 5.500 dm3. Jumlah minyak tanah seluruhnya ada...liter
a. 10.700                                                   c. 12.250
b. 11.425                                                  d. 13.396

Kunci : C
Pembahasan :
Ubah semua satuannya menjadi liter, maka
4,25 m3 = 4,25 x 1.000 liter = 4.250 liter
5.500 dm3 = 5.500 x 1 liter = 5.500 liter
Jumlah seluruh minyak tanah
= 4,25 m3+ 2.500 liter + 5.500 dm3
= 4.250 liter + 2.500 liter + 5.500 liter
= 12.250 liter
separator UASBN SD Kelas 6
10. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Sifat dan unsur bangun ruang (kubus, balok, tabung)
Indikator : Peserta didik mampu menentukan bangun ruang berdasarkan sifatnya

Perhatikan sifat-sifat bangun ruang di bawah ini!
  1. Memiliki 6 sisi, di mana sisi-sisi yang sehadap sejajar dan sama luas
  2. Memiliki 8 titik sudut
  3. Memiliki 12 rusuk, di mana rusuk-rusuk yang sejajar sama panjang
Bangun ruang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah....
a. balok                                                c. tabung
b. kubus                                              d. kerucut

Kunci : A
Pembahasan :
Bangun yang memiliki sifat-sifat di atas adalah balok, karena:
  • pada kubus terdapat 6 sisi yang berbentuk persegi sama luas
  • pada tabung tidak terdapat titik sudut
  • pada kerucut memiliki 1 titik puncak
separator UASBN SD Kelas 6
11. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Satuan Ukuran
Indikator : Peserta didik mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan operasi hitung konversi satuan luas yang berbeda

Pak Imam mempunyai tiga kebun yang luasnya 3 ha, 1.900 m2, dan 1,75 are. Jika kebunnya dijual 2,5 ha, maka luas kebun Pak Imam sekarang...m2
a. 5.075                                           c. 7.075
b. 6.075                                          d. 8.075

Kunci : C
Pembahasan :
Karena hasil yang diminta dalam satuan m2, maka ubah semua satuannya menjadi m2
3 ha = 3 x 10.000 m2 = 30.000 m2
1,75 are = 1,75 x 100 m2 = 175 m2
2,5 ha = 2,5 x 10.000 m2 = 25.000 m2
Maka, luas kebun Pak Imam sekarang
= 30.000 m2 + 1.900 m2 + 175 m2 – 25.000 m2 = 7.075 m2
separator UASBN SD Kelas 6 
12. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Sifat dan unsur bangun ruang (kubus, balok, tabung)
Indikator : Peserta didik mampu menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan bangun ruang

Sebuah kaleng berbentuk balok dengan ukuran panjang 25 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 18 cm diisi minyak goreng sampai penuh. Volume minyak goreng di dalam kaleng adalah...cm3
a. 7.700                                             c. 9.000
b. 8.200                                            d. 10.100

Kunci : C
Pembahasan :
Volume minyak goreng dalam kaleng = volume balok
Volume balok = p x l x t
V= p x l x t
V= 25 cm x 20 cm x 18 cm
V = 9.000 cm3
separator UASBN SD Kelas 6
13. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Bidang Letak dan Koordinat
Indikator : Peserta didik mampu menentukan letak titik koordinat

Koordinat titik P pada gambar berikut adalah....
a. (-2, -4)                                      c. (2, -4)
b. (-2, 4)                                       d. (2, 4)

Kunci : D
Pembahasan :
null
Titik P berada di kuadran I, di mana nilai X positif dan nilai Y positif. Dari gambar terlihat P (2, 4)
separator UASBN SD Kelas 6
14. Topik : Bilangan
Subtopik : Operasi Hitung Bilangan
Indikator : Peserta didik mampu menyelsaikan masalah penalaran yang melibatkan
operasi hitung bilangan bulat

Banyak siswa di sekolah Mekar Sari 210 orang, yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah
perkelas sama. Di kelas tiga bertambah 2 siswa pindahan. Maka jumlah siswa di kelas tiga adalah….
a. 37
b. 38
c. 39
d. 40

Kunci : A
Pembahasan :
Diketahui:
Total siswa = 210
Jumlah kelas = 6
Siswa tambahan kelas tiga = 2
Ditanya: Jumlah siswa kelas 3 = … ?
Jawab:
210 : 6 + 2 = 35 + 2 = 37 siswa
separator UASBN SD Kelas 6
15. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Satuan Ukur
Indikator : Peserta didik mampu menyelsaikan soal yang berkaitan dengan operasi
hitung konversi satuan panjang yang berbeda

Hasil dari 200 km + 15 hm – 21.000 m adalah…m
a. 180.500
b. 181.680
c. 182.366
d. 183.658

Kunci : A
Pembahasan :
null 
200 km x 1000 m = 200.000 m
15 hm x 100 m = 1500 m
Maka 200.000 m + 1500 m – 21.000 m = 180.500 m
separator UASBN SD Kelas 6
16. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Sifat dan unsur bangun datar (Segitiga, Segiempat, Lingkaran)
Indikator : Peserta didik mampu menentukan luas segiempat

Perhatikan gambar di bawah ini!
 No. 16
Luas bangun datar di atas adalah….
a. 121
b. 169
c. 225
d. 625

Kunci : C
Pembahasan :
Luas persegi = sisi x sisi
Luas persegi = 15 x 15 = 225 cm2
separator UASBN SD Kelas 6
17. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Bidang dan Letak Koordinat
Indikator : Peserta didik mampu menentukan letak titik koordinat

Perhatikan gambar di bawah ini!
 No. 17
Titik koordinat A dan C pada gambar adalah….
a. (5,-2) dan (-4, 2)
b. (5,-2) dan (-5, -3)
c. (7,4) dan (-4, -2)
d. (7,4) dan (-5, -3)

Kunci : D
Pembahasan :
Titik koordinat dimulai dari sumbu x lalu ke sumbu y
A = (7, 4)
B = (-4, 2)
C = (-5, -3)
D = (5,-2)
separator UASBN SD Kelas 6
18. Topik : Geometri dan Pengukuran
Subtopik : Simetri dan Pencerminan
Indikator : Peserta didik mampu menentukan hasil pencerminan bangun datar

Gambar yang merupakan hasil penceriman suatu bangun datar adalah….
 
a.    No. 18
 
 
b.    null

c.    null

d.    null

Kunci : C
Pembahasan :
Gambar suatu pencerminan harus memiliki ciri-ciri: jarak benda dengan jarak bayangan sama, tinggi benda dan bayangan sama, besar benda sama, dan posisi bayangan berlawanan. Gambar yang memenuhi ciri tersebut adalah yang C
null 
 separator UASBN SD Kelas 6
19. Topik : Pengolahan Data
Subtopik : Mengumpulkan dan Mengolah Data
Indikator : Peserta didik mampu membaca data dalam bentuk tabel atau data
acak/random

Perhatikan tabel persediaan buah di rumah Dimas!
No. 19 
Persediaan buah dengan jumlah yang sama adalah….
a. manga dan manggis
b. pisang dan alpukat
c. apel dan pisang
d. jeruk dan alpukat

Kunci : C
Pembahasan :
Berdasarkan tabel persediaan buah Dimas dengan jumlah yang sama adalah apel dan pisang
 separator UASBN SD Kelas 6
20. Topik : Pengolahan Data
Subtopik : Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Data
Indikator : Peserta didik mampu menyelsaikan masalah bertema kegiatan ekonomi
yang berkaitan dengan rata-rata

Perhatikan table uang jajan di bawah ini!
null
Rata-rata uang jajan pada tabel tersebut adalah….
a. Rp5.000,00
b. Rp6.000,00
c. Rp7.000,00
d. Rp8.500,00

Kunci : B
Pembahasan :
Mencari rata-rata adalah jumlah keseluruhan dibagi banyaknya data
Jumlah uang jajan = Rp30.000,00
Banyaknya data = 5
Maka Rp30.000,00 : 5 = Rp6.000,00

Sumber: (Ruang Guru)

Featured post

Workshop Pembuatan Video Pembelajaran

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Workshop ini diprakarsai oleh IGI Kab. Serdang Bedagai. Peserta workshop boleh dari daerah mana saja ...