Tuesday, 26 February 2019

CARA MENULIS ARTIKEL DI BLOG IGI

Cara Menulis Artikel di Blog IGI
Dalam menulis sebuah artikel hendaknya kita mengambil topik atau tema yang sesuai dengan latar belakang profesi atau pekerjaan, keahlian,  pendidikan, atau bidang kajian kita selama ini. Mengapa demikian? Artikel merupakan ulasan dari gagasan sendiri yang merupakan hasil dari pemikiran yang mendalam tentang sesuatu masalah dengan dilatarbelakangi oleh profesi atau pekerjaan, keahlian, latar belakanag pendidikan, atau pengetahuan kita sendiri. Kemampuan menngolah dan menganalisis terhadap suatu masalah yang berdasarkan profesi atau pekerjaan kita sendiri tentunya akan lebih mendalam dibandingkan dengan permasalahan yang bukan profesi atau pekerjaan kita. 


Gagasan yang dikemukakan dalam artikel  hendaknya merupakan hasil pemikiran    kita sendiri dengan mengupasnya sesuai latar belakang dan keahlian yang kita miliki. Permasalahan dan pembahasan yang dibahas merupakan masalah yang     dialami dalam melaksanakan pekerjaan atau profesi kita, seperti masalah pendidikan bagi yang berprofesi guru. Konteks masalah yang dibahas oleh  yang memang ahlinya tentu lebih mendalam dan bermakna.
Kemudian, dalam menulis artikel hendaknya permasalahan yang dibahas merupakan masalah yang aktual dan faktual, yaitu permasalahan yang sedang dibicarakan oleh banyak orang atau sedang hangat diberitakaan oleh media massa, baik  cetak, elektronik,maupun media sosial (medsos). Bagi penulis artikel, memantau, membaca, menonton, dan menyimak pemberitaan media cetak, elektronik, dan media sosial menjadi hal ‘wajib’ dilakukan untuk mengetahui hal apa atau masalah yang lagi hangat dibicarakan atau dibahas dalam media massa atau media sosial tersebut.
Dalam artikel, pembahasan atau mengupas permasalahan lebih banyak menggunakan pendapat atau persepsi kita sendiri. Namun demikian, tidak berarti kita mengesampingan pendapat atau pemikiran orang lain. Kita dapat mengambil atau mengutip pendapat orang lain untuk memperkuat atau membandingkan dengan pendapat kita sendiri. Ketika kita mengutip pendapat orang lain, maka harus kita sebutkan siapa dan dimana sumber tersebut kita kutip. Sungguh naif dan tidak etis,  jika kita mengutip pendapat orang lain tetapi tidak menyebutkan siapa dan dimana kita mengutipnya.
Setelah kita membahas permasalahan dalam artikel yang kita tulis, maka selanjutnya kita juga memberikan alternatif pemecehan masalah atau solusi yang berdasarkan pendapat atau opini kita sendiri. Pemecahan masalah yang kita tawarkan didasarkan pada apa yang kita pahami dan alami sendiri dengan argumentasi yang logis dan lebih mendekati pada hal yang konkrit untuk memecahkan permasalahan yang dibahas tersebut.
Permasalahan yang dibahas boleh sama, tetapi alternatif pemecahan atau solusi dapat berbeda sesuai dengan persepsi atau sudut pandang penulis masing-masing. Dengan banyak alternatif pemecehan yang diberikan oleh banyak orang, maka tentunya pihak pengambil kebijakan atau pihak berwenang memiliki banyak cara dan upaya guna pemecahan masalah atau solui atas masalah yang dihadapi. Sudut pandang atau persepsi masing-masing penulis artikel memang berbeda satu sama lain terhadap suatu masalah yang sama. Sudut pandang yang berbeda  tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang pendidikan, pemahaman, dan cara memandang  permasalahan yang ada.

  • Jika ada yg bingung, simak video panduanya berikut ini:                                              


  • Untuk mendaftar menjadi penulis klik menu DAFTAR atau langsung menuju link berikut: Klik Disini                                                                                                                                                                                                        

No comments:

Post a Comment

Featured post

Workshop Pembuatan Video Pembelajaran

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Workshop ini diprakarsai oleh IGI Kab. Serdang Bedagai. Peserta workshop boleh dari daerah mana saja ...